Showing posts with label arcandra tahar. Show all posts
Showing posts with label arcandra tahar. Show all posts

Tuesday, October 18, 2016

Harapan Baru Untuk Menteri ESDM Baru



Drama politik teka-teki siapa Menteri ESDM definitif akhirnya terjawab sudah. Setelah terkatung-katung selama kurang lebih 2 bulan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Luhut Binsar Panjaitan (LBP), akhirnya Presiden RI Joko Widodo menunjuk Ignatius Jonan sebagai Menteri ESDM dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Terlepas dari mengapa harus dua sosok tersebut, keputusan Presiden menetapkan Menteri ESDM definitif ini patut diapresiasi.

Bulan Agustus lalu, tepatnya tanggal 16 Agustus 2016, Presiden Jokowi memberhentikan Arcandra Tahar sebagai menteri ESDM, karena Arcandra memiliki dua kewarganegaraan. Pemberhentian ini terjadi hanya 20 hari setelah Arcandra dilantik. Jabatan Menteri ESDM pun diisi oleh LBP sebagai Plt yang juga Menko Kemaritiman. Selama menjabat Plt Menteri ESDM, LBP telah mengambil beberapa kebijakan strategis, diantaranya membubarkan unit-unit ad hoc khusus di kementerian ESDM, yaitu Tim Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (P2EBT) yang dipimpin Willy Syahbandar, Unit Pelaksanaan Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) yang dipimpin Nur Pamudji, dan Komite Eksplorasi Nasional (KEN) yang diketuai Andang Bachtiar

Monday, August 15, 2016

Arcandra Tahar, Antara Kebangsaan, Kesholehan Pribadi dan Kelalaian Bernegara



Nama Arcandra Tahar menjadi sosok yang ramai diperbincangkan publik belakangan ini. Saat ia mulai menjabat Menteri ESDM, beredarnya foto dirinya bersama istri dan dua putrinya yang berpakaian muslimah, serta kepemilikan dua kewarganegaraan hingga dicopot dari posisi Menteri ESDM. Pemberhentian Arcandra dari Menteri ESDM menjadi sorotan tajam karena posisinya yang strategis, telikung politik yang ada dibelakang semua ini, hingga makin terkuaknya kelalaian Presiden dalam mengelola Negara. Ini pertama kali dalam sejarah seorang Menteri hanya menjabat dalam waktu 20 hari saja. 

Sebelum desas-desus dua kewarganegaraan yang dimiliki Arcandra, publik ramai membicarakan identitas pengganti Menteri Sudirman Said itu. Foto Arcandra bersama keluarga dimana istri dan dua putrinya mengenakan jilbab menunjukan kesungguhannya dalam beragama dan membina keluarga muslim. Hal ini kontras karena disaat sebelumnya, beredar foto Sudirman Said yang menikahi seorang wanita yang tidak berjilbab. Meski sama-sama mengenyam pendidikan di Amerika, Sudirman di George Washington University, dan Arcandra di Texas A & M University Ocean Engineering, namun Arcandra tercatat sebagai guru mengaji Al-Qur’an di Houston, lalu mendirikan sekolah untuk mendalami agama Islam, yang bernama Indonesian Family Academy.

Tak ada jabatan politik yang bersih dari isu negatif. Demikian pun dengan Arcandra. Tekanan pertama pun datang, Netizen ramai-ramai memperbincangkan paspor Amerika yang dimiliki Arcandra. Punya dua kewarganegaraan? Seharusnya tak bisa dan tak boleh di Indonesia. Ini ditegaskan oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.2 tahun 2007, pasal 31 bahwa Warga Negara Indonesia dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraannya karena memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri, atau tidak menolak/tidak melepaskan kewarganegaraan lain sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu, atau secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.