Selalu ada cerita konspirasi dibalik
peledakan bom. Tragedi bom Hiroshima dan Nagasaki menjadi teori konspirasi
terbesar sepanjang abad, dunia mengenalnya konspirasi Yahudi. Tragedi pemboman
World Trade Center di Amerika 11 September 2001 juga menyisakan kisah
konspirasi. Perisitiwa “Black September” ini dikaitkan dengan radikalisme kelompok
Osama bin Laden, namun fakta ilmiah konspirasi Yahudi di balik peristiwa ini
justru terungkap oleh ahli-ahli fisika dan intelijen Amerika sendiri. Mayoritas
pengamat mengatakan peristiwa teror bom selalu erat kaitannya dengan pertarungan
politik, kepentingan ekonomi dan bisnis, kesenjangan sosial dan kemiskinan.
Bom Sarinah yang terjadi pagi tadi
(Kamis, 14/1/2016), juga tidak bisa dipisahkan dari teori-teori konspirasi.
Hanya dalam waktu beberapa menit sejak peristiwa ini diliput secara live
besar-besaran oleh media, publik langsung mengkaitkan peristiwa ini dengan
deadline penawaran divestasi saham PT. Freeport Indonesia, dimana batas
waktunya bila merujuk pada Peraturan Pemerintah No.77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara,
adalah 14 Januari 2016. Tanggal yang sama dengan peristiwa peledakan bom Sarinah.
